Postingan

Perangkat untuk Gaming di Linux

Gambar
Apakah mouse dan keyboard tingkat lanjut (advanced) sangat diperlukan ketika anda bermain game? Bisa iya bisa juga tidak. Tergantung selera dan budget anda. Iya, karena biasanya perangkat tingkat lanjut ini bikin main tambah keren dan asyik. Tidak, karena bisa saja tanpa tombol-tombol tambahan itu, permainan anda sudah sangat baik. Untuk main, setahun lebih aku menggunakan Logitech G500S mouse dan Logitech G440 mouse pad. Keduanya aku beli dari situs belanja online Bhinneka . Tombol-tombol tambahan yang terdapat pada mouse biasanya sangat membantu dalam permainan, Misalnya, pada DOTA 2 beberapa tombol dijadikan shortcut untuk melakukan beberapa hal seperti Quickcast (Apa itu quickcast? Lihat di sini ) pada shortcut. Hal, ini tentu sangat membantu karena anda bisa melakukan beberapa hal dengan menekan satu tombol saja. Aku menggunakan GNU/Linux dan Steam sebagai platform untuk bermain game. Dukungan Logitech terhadap GNU/Linux, terutama pada perangkat game-nya sedikit menuju...

Anak Kami

Gambar
Dalam blog ini, sekalipun aku belum pernah menulis sesuatu tentang ASI ataupun bayi. Aku juga kaget kenapa bisa nulis tentang ASI. Motivasinya  setelah membaca buku Catatan AyahASI yang direkomendasikan oleh salah seorang kawan yang sudah duluan punya momongan. Sejak awal kehamilan istriku sampai saat sekarang ini, kami berdua terus rajin mencari informasi mengenai kehamilan, persalinan, perawatan dan pendidikan untuk bayi kami nanti. Salah satunya adalah dengan membaca buku. Saat pertama kali direkomendasikan, aku enggak yakin bakal tertarik melahap isi buku Catatan AyahASI. Sebab, aku pikir kami sudah punya orang-orang yang lebih berpengalaman di sekitar kami dalam hal-hal yang berhubungan dengan bayi. Namun, ternyata banyak tulisan-tulisan yang mencengangkan (dalam arti positif) dalam buku ini. Ternyata kami banyak enggak tahunya selama ini tentang kehamilan dan bayi. Inisiasi Menyusui Dini (IMD), kolostrum, ASIX, ASIP, MPASI adalah istilah-istilah yang tentu t...

Proxmox VE 3.3?

Kami menggunakan Proxmox VE sejak versi 2.1 dan terus menggunakannya hingga versi 2.3. Selama menggunakan Proxmox VE, jelas OS virtualisasi ini memang asyik untuk dioprek. Selain karena berbasis Debian, fitur yang ditawarkan juga sangat membantu pekerjaan administrasi IT. Dengan tambahan utak-atik, Proxmox VE 2.3 kami siapkan untuk jadi production server . Namun, ada fakta menarik dari pemasangan ( installation ) Proxmox VE 3.3 hari ini. Dalam dokumen langganannya ( subscription document ), disebutkan bahwa Proxmox VE 3.3 tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai production server tanpa berlangganan. Mengapa? karena tidak akan ada pemutakhiran yang stabil yang didapat untuk versi tidak langganan. Satu-satunya cara agar mendapat versi pemutakhiran stabil hanya dengan berlangganan. Untuk langganan community level , harganya dibanderol 4.16 Euro per bulan per Socket-CPU (Server). Jika ada 2 server dengan 3 socket CPU (24 Core), maka harga yang harus dibayar selama setahun adalah 299.5...

Apa Yang Anda Dapatkan Dari VIM?

Oke, sudah lama sekali rasanya tidak menulis di blog ini. Tulisan terakhir pada blog ini tertanggal 9 Januari 2014 tentang screencast game DOTA 2 yang aku mainkan. Setelah hampir 10 bulan lamanya tidak menulis, hari ini aku  coba mulai lagi menulis di blog ini. Mudah-mudahan bisa rajin kembali. Doakan saja. Oya, maaf kalo tulisan ini sedikit maksa, karena pengen cepat-cepat posting walaupun isinya ntah apa. VIM adalah teks editor yang cukup populer di kalangan pengguna sistem operasi Unix-Like. Aku sendiri saat ini menggunakan Ubuntu GNU/Linux 14.04 ( Codename : Trusty Tahr). Aku benar-benar tak ingat kapan pertama kali tertarik menggunakan VIM sebagai editor teks. Setiap kali ada diskusi dan pelatihan Linux, aku selalu pakai VIM sebagai editor teks. Penggunaan VIM pun selalu aku sarankan kepada kawan-kawan yang ikut diskusi. Jika diskusi tentang pemrograman, aku juga menggunakan VIM sebagai editor (IDE). Beberapa tulisan di blog yang memuat tentang bagaimana VIM bisa dijadikan I...

Dota 2 : Ancient Apparation

Gambar
Halo!  Kali ini konten yang beda dengan tulisan-tulisan sebelumnya. Biasanya tulisan cuma disertai dengan gambar. Sekarang coba-coba tambah dengan video. Tulisan ini sambungan dari tulisan kemarin soal Kesibukan Baru . Ini video pertama yang direkam ketika main Dota 2. Komputerku menggunakan Ubuntu 12.04 sebagai sistem operasi. Perangkat lunak yang digunakan untuk merekam adalah SimpleScreenRecoder . Aplikasi ini cukup mudah digunakan untuk melakukan rekaman pada tampilan desktop. Featuring : Amatir & Signature Ranked Match

Mengubah Format Video / Audio di Ubuntu 12.04

Biasanya aku mengubah format video/audio pada GNU/Linux menggunakan aplikasi ffmpeg . Namun, jika kita menggunakan ffmpeg saat ini, maka akan muncul peringatan bahwa program ini telah usang ( deprecated ). Pada peringatan tersebut juga muncul saran untuk menggunakan avconv sebagai tool pengganti ffmpeg . Untuk dapat menggunakan avconv pada Ubuntu 12.04, kita perlu memasang paket libav-tools . $ sudo apt-get install libav-tools Contoh penggunaan avconv untuk mengubah format video/audio : Mengubah video mkv menjadi mp4 $ avconf -i file_input.mkv -c:a copy -c:v copy file_output.mkv Tautan penting : [1] http://libav.org/avconv.html [2] http://www.roxlu.com/2013/002/converting-video-audio-using-avconv

Kesibukan Baru

Gambar
Selama ini mungkin kawan-kawan akan mengetahui saya dengan kesibukan saya berkutat dengan hal-hal yang berbau Open Source terutama GNU/Linux. Memang dalam pekerjaan, aku dituntut untuk mengetahui hal-hal berhubungan dengan GNU/Linux. Sepanjang tahun 2013 juga aku masih terus belajar programming/scripting dengan Bash, Perl dan Python. Memang belum bisa dibilang mahir sih, tapi mudah-mudahan banyak membantu di pekerjaan. Di penghujung 2013, aku menemukan kesibukan baru yang sebenarnya tak terlalu baru (aneh bukan? hehehe) yaitu main game. Dari kecil aku memang suka main game. Kalo enggak salah dari mulai SD sudah mulai main game dan kebiasaan main game terus terbawa sampai dewasa. Sejak dari jaman SMA sampai kuliahan adalah masa-masa paling candu dengan game. Lepas masa kuliah adalah masa hiatus karena sibuk dengan karir. Setelah tiga tahun, aku menemukan kembali kegemaran lama untuk bermain game. Berawal dari Bulan Juli 2013 ketika berubah statusnya DOTA 2 dari game berbayar menja...